" />

20 Jun 2010

Pengangguran

Author: nuruln0879 | Filed under: Academic



PENGANGGURAN

Pengangguran adalah seseorang yang telah mencapai usia tertentu yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan agar memperoleh upah dan keuntungan. Sehingga pengangguran akan terus bertambah selama tidak ada pekerjaan yang dapat mendatangkan keuntunga menurut standar si penganggur. (Manning dkk, 1985).

Pengangguran dapat dibedakan menjadi pengangguran terbuka dan terselubung. Pengangguran terbuka adalah suatu keadaan dimana seorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja (labor force) tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif sedang mencari pekerjaan. Pengangguran terselubung (setengah pengangguran) adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja (labor force), bekerja dengan jumlah jam kerja di bawah jam kerja normal (batas jam kerja normal adalah 35 jam per minggu) atau seseorang yang bekerja memeuhi jam kerja normal, namun memiliki penghasilan di bawah standar atau ada ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan jenis pekerjaan yang ditekuni (Nanga, 2001).

Masalah pengangguran merupakan cerminan dari kelebihan penawaran tenaga kerja dibandingkan kemampan ekonomi untuk menyerapnya. Pengangguran dapat dipandang sebagai suatu bentuk pemborosan sumberdaya ekonomi, karena selain memperkecil output sekaligus juga memacu pengeluaran pemerintah berupa kompensasi pengangguran dan kesejahteraan.

Pada penjelasan jenis-jenis pengangguran, secara tidak langsung aan diketahui juga faktor-faktor yang menyebabkannya. Jenis-jenis pengangguran trebka menurut Nanga (2001) adalah :

  1. Pengangguran alamiah (natural unemployment) atau tingkat pengangguran alamiah (natural rate of unemployment), merupakan akibat dari tingkat kestablilan inflasi. Pengangguran jenis ini terdiri dari pengangguran friksional dan pengangguran struktural.
    1. Pengangguran friksional atau transisi (frictional or transitional unemployment), merupakan akibat dari adanya perubahan di dalam syarat-syarat kerja berdasarkan perkembangan ekonomi yang terjadi. Pengangguran ini bisa terjadi saat pekerja berpindah dari daerah satu ke daerah lainnya.
    2. Pengangguran struktural (structural unemployment), merupakan akibat dari perubahan di dalam struktur pasar tenaga kerja yang menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian antara penawaran dan permintaan tenaga kerja. Salah satu penyebabnya adalah factor kemajuan teknologi yang disebut dengan istilah technological unemployment.
  2. Pengangguran konjungtur atau sikis (cyclical unemployment), terjadi akibat adanya kemerosotan dalam kegiatan ekonomi. Kegiatan produksi yang memberikan output rendah mengindikasikan perluya engurangan tenaga kerja demi mempertahankan eksistensi dalam dunia ekonomi.
  3. Pengangguran musiman (seasonal unemployment). Pengangguran jenis ini merupakan pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun, dan terjadi hanya untuk sementara waktu.

Jenis pengagguran terbuka (open unemployment) menurut Dinas Nakertrans dengan BPS Provinsi DKI Jakarta (2007) adalah angkatan kerja yang:

  1. Mencari pekerjaan, ialah orang yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan, atau orang yang belum pernah atau sudah pernah bekerja karena sesuatu hal behenti atau diberhentikan dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.
  2. Mempersiapkan usaha, ialah orang yang tidak bekerja, sedang melakukan persiapan suatu usaha yang baru, yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan atas resiko sendiri, baik dengan atau tanpa mempekerjakan pekerja seperti mengumpulkan modal atau perlengkapan, mencari lokasi, mengurus surat ijin usaha, dan sebagainya.
  3. tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
  4. sudah memiliki pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja.

Selanjutnya, jenis-jenis pengangguran terselubung menurut Dinas Nakertrans dengan BPS Provinsi DKI Jakarta (2007) adalah sebagai berikut:

  1. Setengah penganggur kentara (visible underemployment), ialah orang yang bekerja dengan jumlah jam kerja di bawah jam kerja normal. Sejak tahun 1999 BPS menyempurnakan definisi setangah penganggur, yakni:
    1. Setengah penganggur kentara terpaksa, ialah orang yang bekerja kurang dari 35 jam perminggu yang masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain.
    2. Setengah pengaggur kentara sukarela, ialah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu, namun tidak mencari pekerjaan dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain.
  2. Setengah penganggur tidak kentara (invisible underemployment), ialah orang yang bekerja memenuhi /melebihi jam kerja normal, namun ia sedang bekerja pada posisi yang sebetulnya membutuhkan kualifikasi di bawah yang ia miliki.
  3. Setengah penganggur potensial, ialah orang yang bekerja memenuhi/melebihi jam kerja normal, namun menghasilkan output yang rendah, yang disebabkan olah faktor-faktor organisasi, teknis, dan ketidakcukupan lain pada tempat dimana ia bekerja.

Comments are closed.

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme